Thursday, January 31, 2019

Jadikan Pemersatu, Ini 5 Alasan Utama Kita Harus Menghargai Perbedaan




VIPBANDARQ Pilih satu atau dua nih? Hayo, gak usah berdebat cuma gara-gara beda pilihan ya, guys. Selain soal pilihan calon pemimpin negara yang sebentar lagi akan diadakan. Kali ini kita juga membahas soal perbedaan lain yang cakupannya lebih luas.

Di sekolah, di tempat kerja, di kampus, dan di tempat-tempat lainnya kita akan bertemu dengan orang yang berbeda dengan kita. Baik itu berbeda suku, bahasa, adat istiadat, semuanya tentu selalu kita hadapi sehari-hari. Apalagi, yang paling sering memicu pertengkaran biasanya adalah perbedaan pola pikir.

Nah, perbedaan yang kita temui setiap hari ini harusnya mampu menjadikan kita orang yang lebih toleran. Bukannya menjadikan hal tersebut sebagai alasan perpecahan, justru kita harus bisa menghargai setiap perbedaan itu. Kenapa? Ini dia nih alasannya.



1. Semua manusia memang diciptakan berbeda-beda

Bukankah semua manusia memang diciptakan berbeda-beda? Gak usahlah kita bahas jauh-jauh seperti perbedaan suku dan lainnya. Bahkan, bentuk mata aja kita semua berbeda. Bentuk hidung pun begitu. Makanya, untuk apa kita menjadikan perbedaan sebagai hal yang memecah belah jika pada dasarnya kita semua berbeda?


2. Keragaman ini justru membuat kita menjadi pribadi yang unik

Perbedaan yang masing-masing individu miliki ini, malah menjadikan kita orang yang unik. Setiap orang memiliki kebiasaannya masing-masing. Seperti si A yang biasa ngopi di pagi hari, tapi si B jika ngopi pagi akan sakit perut.


Nah kan, gak perlu mendebat dan memaksa si B untuk mengikuti kebiasaan si A. Karena semua orang memang punya alasan sendiri atas pilihan dan kebiasaannya sehari-hari.



3. Bayangkan jika semua orang diciptakan sama, apa jadinya dunia ini?

Duh, gimana coba jadinya jika semua manusia di dunia ini sama? Pasti malah membingungkan kan? Gak perlu secara fisik, coba bayangkan jika kita sama secara pola pikir aja deh.

Wah, dunia gak akan berwarna dong. Gak ada yang namanya baik dan jahat, positif dan negatif, dan lain sebagainya. Makanya, perbedaan itu harus kita syukuri keberadaannya, bukan malah kita keluhkan.


4. Dari perbedaan itulah kita bisa menemukan solusi yang tepat dari banyak masalah yang ada

Dengan menghargai perbedaan dan mampu menerima semuanya dengan hati lapang, kita justru malah bisa menemukan solusi dan permasalahan yang ada, lho. Misal, ketika diberi tugas menggambar peta secara berkelompok di sekolah, dalam satu kelompok pasti ada yang jago menggambar dan ada yang jago menulis, lalu ada juga yang jago memberi warna. Nah, bukankah dengan semua perbedaan itu kita bisa jadi saling melengkapi?


5. Tidak perlu saling mencari siapa yang lebih unggul, kita justru bisa unggul bersama-sama

Gak usah saling tunjuk dan saling dorong untuk maju. Dari perbedaan yang ada, kita bisa menjadi tim dan maju bersama-sama. Begitupun dengan rakyat Indonesia yang bermacam ragam ini.

Jangan jadikan perbedaan sebagai alasan untuk menjatuhkan suku tertentu, atau orang yang mendukung pilihan tertentu. Hargai perbedaan yang ada, ambil yang baik tinggalkan yang buruk. Maka kita bisa mencapai tujuan bersama-sama.

Siap jadi pribadi yang lebih menghargai perbedaan?

Tuesday, January 22, 2019

Say “No” Ke Orang Lain Itu Gampang Kok, Asal 5 Hal Ini Kamu Lakukan!





VipbandarQ - Sadar gak sih kalau selama ini kita itu selalu takut untuk bilang “tidak” pada hal-hal yang memang sebenarnya gak kita suka? Hanya karena takut mengatakan “tidak” dan takut memberikan penolakan akhirnya kita selalu melakukan hal yang bukan inginnya kita.

Pernah kepikiran gak ketika kita selalu meng-“iyakan” keinginan orang lain itu sama saja dengan kita lebih memilih untuk menyenangkan orang lain ketimbang diri kita sendiri?


Mulai sekarang yuk lebih berani lagi katakan “tidak” dengan melakukan 5 hal berikut ini!


1. Hilangkan rasa “gak enakan” ketika hendak melakukan penolakan kepada orang lain

Kebanyakan kita takut mengatakan “tidak” hanya karena kita sering merasa “gak enakan” untuk menolak keinginan orang lain. Sifat gak enakan atau segan untuk menolak ini yang sering membuat kita selalu saja melakukan atau menuruti apa yang orang lain inginkan yang padahal sebetulnya kita sendiri gak ingin untuk melakukannya.

Akhirnya dengan terpaksa, gak enak hati dan kalimat “segan untuk menolak” menjadi kalimat pamungkas yang gak bisa terpatahkan untuk mengatakan “ya” atas inginnya orang lain. So, mulai sekarang yuk belajar buat mengatakan “tidak”!



2. Mulai sekarang belajarlah untuk tidak terlalu memikirkan perasaan orang lain

Untuk beberapa hal, terkadang kita pun perlu untuk gak terlalu memikirkan perasaan orang lain. Sebab sesekali diri sendiri pun juga patut untuk disenangkan dan gak melulu memikirkan orang lain.

Gak ada yang salah kok dengan mengatakan “tidak” kepada orang lain terhadap hal yang gak kamu suka. Yang salah itu ketika kamu selalu menuruti dan meng-“iyakan” keinginan orang lain hanya untuk menyenangkan mereka sampai-sampai kamu lupa bahwa diri sendiri pun berhak untuk disenangkan.


3. Gak perlu takut dengan reaksi orang lain ketika kamu mengatakan “tidak” dan gak perlu takut hubunganmu gak baik hanya karena hal itu

Mau sampai kapan sih kamu selalu takut memikirkan reaksi orang lain atas kata “tidak” yang kamu lontarkan? Kamu pun gak perlu takut hubunganmu dan orang lain gak baik hanya karena kamu melakukan penolakan. Sebab setiap orang punya hak untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Bukan melulu tentang memenuhi apa yang diinginkan orang lain! 



4. Stop merasa bersalah hanya karena kamu melakukan penolakan dan mengatakan “tidak” kepada orang lain

Kamu gak perlu kok merasa bersalah setelah melakukan penolakan kepada orang lain. Karena menolak juga gak selamanya buruk kok. Jadi berhenti untuk berpendapat kalau menolak itu salah. Karena semakin kamu berpikiran kalau menolak dan takut mengatakan “tidak” itu salah, maka kamu pun akan sulit untuk menolak setiap inginnya orang lain yang bertentangan dengan inginmu sebenarnya.


5. Belajar untuk lebih menyayangi dirimu dengan tidak selalu mementingkan kesenangan orang lain

Menyayangi diri sendiri itu bisa kamu mulai dengan hal sederhana kok. Seperti memberanikan diri untuk mengatakan “tidak” pada hal yang memang gak kamu suka. Karena secara gak langsung kamu sudah menyelamatkan dirimu dari rasa gak enakan kepada orang lain dan lebih bisa mencintai dirimu sendiri. So, hentikan deh tu yang namanya mementingkan kesenangan orang lain!

Jadi gimana nii, udah tahu kan sebenarnya apa yang menyebabkan kita takut untuk menolak dan mengatakan "tidak"? Yuk, mulai sekarang belajar untuk lebih berani lagi dengan melakukan 5 hal di atas!


Thursday, January 17, 2019

Awas Kecewa! Ini 5 Tanda Kamu Berharap Terlalu Tinggi dalam Hidup




VIPBANDARQ - Semakin tinggi kita berharap, semakin besar juga resiko kita untuk kecewa. Kamu pasti setuju dengan kalimat ini atau jangan-jangan kamu sendiri pernah mengalami rasa kecewa yang begitu besar karena harapan yang kamu gantungkan tidak sesuai dengan kenyataan.

Berharap memang boleh, tapi berharap terlalu tinggi tanpa mengukur kenyataan yang ada juga tidak sehat. Sayangnya kadang kita tidak bisa berhenti berharap dan berikut ini lima tanda kamu berharap terlalu tinggi dalam hidupmu.


1. Kamu berpikir bahwa hidup itu harus adil

Kamu bisa saja meyakinkan diri sendiri bahwa hidup itu harus adil. Bahwa semua yang kita inginkan pasti akan tercapai. Tapi kenyataannya adalah hidup tidak selalu sama seperti yang kita inginkan. Ingat, Tuhan selalu punya cara sendiri untuk memberikan apa yang terbaik untukmu termasuk jika itu harus menolak semua keinginanmu.



2. Semua orang harus setuju denganmu

Kamu mungkin pintar dan semua hal yang keluar darimu adalah sesuatu yang positif. Apa pun itu kamu tetap saja tidak bisa memaksa orang lain untuk menyetujui setiap kata yang kamu ucapkan. Apa yang kamu pikir baik belum tentu juga dianggap baik oleh orang lain. Karena bagaimana pun setiap orang punya pendapat yang berbeda dan kamu harus menerima itu.


3. Kesempatan akan muncul dengan sendirinya

Banyak orang punya cita-cita tinggi tapi hanya diam berharap besok akan ada kesempatan baginya untuk meraih semua yang dia inginkan. Kalau kamu adalah salah satu yang punya pola fikir seperti itu, sampai kapan pun kamu enggak akan mendapatkan semua yang kamu inginkan. Karena kesempatan tidak sama dengan hujan yang jatuh begitu saja dari langit. Kesempatan bukan ditunggu tapi harus diciptakan.


4. Kamu bisa mengubah mereka

Setiap orang bisa berubah, kamu bisa merubah dirimu jadi lebih baik dari sebelumnya. Tapi jangan harap kamu bisa melakukan hal yang sama dengan orang lain. Tidak peduli sekeras apa pun kamu mencoba mempengaruhi orang lain, mereka tidak akan berubah kecuali keinginan berubah itu muncul dari diri sendiri. Jadi kalau kamu tidak ingin kecewa, mulai sekarang berhentilah untuk berharap kamu bisa mengubah orang lain jadi seperti yang kamu inginkan dan biarkan mereka menjadi dirinya sendiri.


5. Uang bisa membeli kebahagiaan

Uang memang bisa membantumu hidup layak tapi hanya karena kamu punya segalanya bukan berarti kamu bisa bahagia. Buktinya banyak orang kaya dan populer berakhir dengan sangat tragis karena mereka tidak bahagia. Karena kebahagiaan justru tidak datang dari uang tapi justru datang dari hal-hal sederhana.

Kamu tentu saja boleh berharap tapi kamu juga harus menyesuaikan dengan realistis. Jangan berharap terlalu tinggi jika pada kenyataannya kamu tidak melakukan apa pun untuk mewujudkannya.

Tuesday, January 15, 2019

Saat Dilanda Kesedihan, Tenangkan Dirimu dengan 5 Hal Ini




VIPBANDARQ Pernahkah kamu mengalami kesedihan berat dalam hidupmu? Tidak ada satu pun manusia yang luput dari rasa sedih dalam hari-harinya. Jangankan manusia, binatang maupun tumbuhan juga berpotensi mampu menampilkan ekspresi sedih atas berbagai alasan.

Banyak hal bisa menjadi penyebab rasa sedih. Perselisihan antara anak dan orangtua, pengangguran, sulit di keuangan, musibah, bencana alam, kehilangan pekerjaan dan sejenisnya.


Garis besarnya, inti dari pemicu kesedihan seseorang atau makhluk lainnya adalah hal yang dimilikinya telah hilang bersamaan dengan goresan luka di hatinya. Saat mengalami bencana, kita kehilangan harta dan anggota keluarga. Itu juga membuat hati kita terluka karena rasa kehilangan.

Nah, rasa sedih tak hanya terjadi pada satu fase. Ia bisa terulang di episode hidup yang berbeda. Dengan demikian, apa yang bisa kamu lakukan saat kesedihan mulai melanda? Yuk, simak ulasan berikut!


1. Merenung untuk beberapa waktu

Musibah memang menyisakan rasa sedih yang luar biasa bagi para korban. Maka dari itu, merenunglah untuk beberapa saat dalam sehari. Mungkin di hari-hari yang normal kamu hampir tidak punya waktu untuk melakukannya. Kamu bekerja, membersamai anak dan pasangan, bersenang-senang dengan teman, berdiskusi dengan rekan sejawat dan berbisnis.

Akibat kesibukanmu yang begitu padat, mungkin ada kesalahan yang ada di sekitar dan tidak kamu ubah dengan tanganmu padahal kamu mampu melakukannya. Mungkin ada kesenjangan tingkat ekonomi antara kamu dan tetangga, namun kamu memilih untuk tidak peduli.

Mungkin, musibah ini adalah teguran untukmu yang melupakan dan mengabaikan banyak hal. Padahal, hal-hal itu telah menjadi kewajibanmu untuk mengurusnya. Mendekatlah pada Tuhan. Siapkan waktumu lebih banyak untuk mengingat dan meminta ampunan Tuhan.



2. Menangis seperlunya

Rasa sedih hampir selalu beriringan dengan tangisan. Maka, menangislah jika memang kamu ingin. Menagislah jika memang itu cara terbaik untuk menumpahkan emosi. Tidak ada yang salah dengan tangisan.

Tidak pula tangisan itu identik dengan kecengengan. Menangis adalah cara kamu meluapkan emosi secara total tanpa mengganggu orang lain. Menangislah seperlunya, Teman! Tak perlu berlebihan. Tanpa raungan pun, kamu akan tenang dengan sendirinya.


3. Tuntaskan kesedihan dalam waktu sesingkat mungkin

Tuntaskanlah rasa sedihmu sesingkat mungkin. Meski butuh waktu untuk merenung dan menangis, kamu tidak boleh melakukannya secara berlebihan dari segi waktu. Bersedihlah sepuas mungkin, setelah itu bangkitlah secara total.

Banyak hal yang harus kamu lakukan ketimbang mengingat luka dan kehilangan. Ingatlah, bencana atau ujian dalam hidupmu jauh lebih sedikit porsinya ketimbang hal-hal menyenangkan. Memang tidak salah jika kita diminta untuk memperbanyak rasa syukur.



4. Mendengarkan nasehat dari tokoh spiritual atau motivator

Jika kita kesulitan untuk menyemangati diri sendiri, kamu bisa berkonsultasi dengan guru spiritual ataupun motivator. Nasehat-nasehat mereka tidak harus kamu dapatkan lewat tatap muka. Tapi, juga bisa melalui media sosial atau channel Youtube. Ketimbang bercerita pada orang lain yang rentan tersebar ke orang lain, lebih baik kamu mendengar petuah dari keduanya.

Setidaknya, mereka sudah banyak mengecap asam manis kehidupan dan ilmu yang mumpuni. Mereka adalah orang yang layak kamu percayai.


5. Berbuat baik lebih banyak lagi

Semakin berat musibah yang kamu hadapi, janganlah mengendurkan kebaikanmu terhadap orang lain. Malahan, sebaiknya kamu meningkatkan amal baikmu lewat berbagai cara. Tuhan menyukai hambanya yang senang melakukan kebaikan. Ini menjadi peluangmu untuk mengembalikan rasa bahagia yang dulu pernah ada.

Percayalah, rutin memberi dapat mendatangkan sensasi bahagia dan puas tiada tara. Tuhan pun tidak akan sungkan membalas kebaikanmu di lain waktu. Memang pada prinsipnya, kebaikan atau keburukan yang kamu lakukan akan tetap berbalik ke dirimu sendiri.

Nah, itulah cara yang bisa kamu lakukan di saat rasa sedih mendatangimu. Selamat mencoba!